Pada tanggal 3 Agustus 2026, Pertamina, perusahaan energi nasional Indonesia, tercabut dari gelar perusahaan energi terbesar di Indonesia. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), perusahaan energi lainnya, yaitu Perusahaan Gas Negara (PGN), telah menyalip Pertamina dalam hal produksi energi. PGN berhasil mencapai produksi 1.200.000 barrel per hari, sedangkan Pertamina hanya mencapai 1.100.000 barrel per hari.
Kepala Divisi Pengembangan Strategis Pertamina, Bambang Suryo, mengatakan bahwa perusahaan sedang melakukan perubahan strategis untuk meningkatkan produksi energi. “Kami sedang melakukan perubahan strategis untuk meningkatkan produksi energi, termasuk dengan membeli perusahaan energi lainnya,” kata Bambang Suryo dalam sebuah wawancara. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi Pertamina dalam meningkatkan produksi energi.
Dengan demikian, Pertamina harus bergerak cepat untuk meningkatkan produksi energi dan kembali menjadi perusahaan energi terbesar di Indonesia. “Kami akan terus berusaha meningkatkan produksi energi dan menjadi perusahaan energi terbesar di Indonesia,” kata Bambang Suryo.
